Minggu, 19 Desember 2010

CONTOH APLIKASI, PROGRAM, DAN TUJUAN IMUNOLOGI DASAR DI INDONESIA SELAIN PD31

TUGAS VAKSIN DAN IMUNISASI
CONTOH APLIKASI,  PROGRAM, DAN TUJUAN
 IMUNOLOGI DASAR DI INDONESIA SELAIN PD31


OLEH
ZLY WAHYUNI
08029079

PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTASKESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2010
VAKSINASI RABIES
Rabies adalah penyakit menular yang akut dari susunan syaraf pusat yang dapat menyerang hewan berdarah panas (Anjing, Kera, Kucing) dan manusia yang disebabkan oleh virus rabies. Virus rabies banyak terdapat dalam air liur penderita rabies.
A.    Contoh  Aplikasi
Aplikasi vaksinasi rabies terutama diberikan kepada hewan – hewan yang dapat menyebarkan virus rabies seperti anjing, kera, dam kucing. Dalam tulisan (Hiswani, 2003) rabies dapat dicegah dengan Melaksanakan vaksinasi terhadap setiap anjing, kucing dan kera, 70% populasi yang ada dalam jarak minimum 10 km disekitar lokasi kasus.

B.     Program Vaksinasi Rabies.
Vaksinasi rabies dilaksanakan didaerah – daerah yang rawan terhadap penyebaran rabies, daerah peternatakan hewan-hewan yang mudah terinfeksi rabies, daerah yang memiliki populasi anjing banyak, serta hewan-hewan yang habitatnya di hutan tetapi berkeliaran di tempat hidup manusia. Seperti di daerah bali sepanjang tahun 2010 banyak kematian dilaporkan meninggal akibat virus rabies yang berasal dari anjing (kompas,com). Kejadian tersebut membuat pemerintah setempat melakukan vaksinasi terhadap anjing maupun pemusnahan hewan. Sesuai dengan SK Mentan No. 317/Kepts/Org/1978 tanggal 25 Mei 1978 Pusat Veterinaria Farma (PUSVETMA) mempunyai tugas pelaksanaan pengadaan dan penyaluran vaksin, antisera diagnostika dan bahan biologis lain. Sesuai dengan tugas tersebut diatas, PUSVETMA telah memproduksi vaksin antara lain vaksin rabies. Dalam memproduksi vaksin digunakan anggaran berasal dari Proyek Rutin.
PUSVETMA dalam memproduksi vaksin rabies berusaha untuk memenuhi jumlah sesuai target dan waktu distribusi, tetapi sering kali terjadi pergeseran jadwal produksi sebagai akibat pengadan bahan produksi yang harus melalui tender.
Untuk tahun 1993/1994 telah diambil langkah-langkah kebijaksanaan sehingga vaksin Rabivet (vaksin rabies) dapat diproduksi dan didistribusikan tepat waktu dan tepat jumlah. Kapasitas produksi vaksin rabivet setiap tahun semakin meningkat. Sebelum tahun 1990/1991 kapasitas produksi mencapai 400.000. dosis per tahun kemudian meningkat menjadi 600.000 dosis per tahun pada tahun 1990/1991. Dengan adanya bantuan hibah dari pemerintah Jepang melalui JICA, mulai tahun 1993/1994 kemampuan produksi dapat tingkatkan menjadi 1000.000 dosis per tahun. Dengan adanya perbaikan prosedur kerja produksi dan efesiensi penggunaan alat kemampuan produksi dapat ditingkatkan menjadi 500.000 dosis per tahun. (Hiswani, 2003)
C.     Tujuan
Tujuan dari vaksinasi Rabies adalah
1.       Menurunkan Morbilitas akibat terinfeksi virus rabies
2.       Menjadikan hewan yang peka terhadap rabies  kebal terhadap serangan virus rabies.
3.       Menghilangkan trauma masyarakat akan kejadian rabies jika anjing telah divaksinasi.   
Sumber : Hiswani, 2003. Pencegahan dan Penanggulangan Rabies.www.library. Usu. ac. id: Medan. Diakses pada tanggal 8 Desember 2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar